Hendrik Daniel Simatupang

Hendrik Daniel Simatupang

Senin, 02 Mei 2011

Alat Panca Indra

PANCA INDRA
            Alat indera adalah alat tubuh yang berguna untuk mengetahui keadaan di luar tubuh. Alat indera ada lima, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Kelima alat indra itu disebut panca indera.
            Pada setiap alat indera terdapat saraf. Saraf ini akan menerima rangsang dari luar tubuh. Kemudian, saraf mengirim rangsang itu ke otak. Saat rangsang diterima otak dengan baik, maka kita dapat melihat, mendengar, membau, mengecap, atau meraba. Alat
indera harus dirawat dengan baik. Jika alat indera rusak, tubuh kita tidak dapat bekerja dengan baik. Akibatnya kita tidak dapat menikmati keadaaan sekitar.

1)   Mata ( Indra Penglihat)
            Mata adalah indra penglihat. Bentuk bola mata bulat seperti bola bekel atau bola pingpong. Diamternya lebih kurang 2 cm. Sebagian besar terletak didalam rongga tengkorak. Mata terdiri atas bagian-bagian terperan penting dalam proses penglihatan. Selain itu, mata disertai bagian-bagian yang melindungi mata.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg78fhhdCTztt7cbOTShXeAJGBsJ9WKP1hjJwVInEbmGjn_gKnMFWvuib9B2laF45esu-pGgDq4FRqH8WoarJUxSZpw87Ki0gH5MFQyq5OmoLbCECZWpKYg0RGynPIS_RJZU9SZa9PhdEy6/s320/Mata.png





Gambar Mata bagian dalam


a.       Bagian-bagian mata
            Bagian yang melindungi mata adalah alis mata, kelopak mata, dan bulu mata. Alis mata merupakan  rambut ( bulu) yang terletak diatas  mata bemata. Kelopak mata terdiri dari kelopak atas dan kelopak bawah. Kelopak mata berfungsi untuk melindungi mata dari benda-benda asing, misalnya debu, asap, dan keringat. Bulu mata merupakan rambut yang terletak di kelopak mata. Bulu mat juga berguna melindungi mata dari benda asing.
            Mata juga dilengkapi dengan kelenjar air mata dan otot mata. Kelenjar air mata menghasilkan air mata. Air mata berfungsi untuk membasahi kornea mata agar tidak kering.air mata juga berfungsi sebagai pelumas agar mata mudah digerakkan . kelenjar air mata mengeluarkan air mata pada saat kita mengedipkan mata. Otot mata berguna untuk menggerakkan bola mata sehinga dapat bergerak ke kanan-kiri dan ke atas- bawah.
 Adapun bagian-bagian mata yang berhubungan dengan fungsi penglihatan, yaitu :
Ø  Kornea (selaput bening)
            Kornea sangat penting bagi ketajaman penglihatan kita. Fungsi utama kornea mata adalah menerima cahaya yang masuk ke mata. Cahaya tersebut diteruskan ke bagian mata yang lebih dalam dan berakhir di retina. Kerena fungsinya itu, maka kornea memiliki  beberapa sifat yaitu tidak berwarna ( bening) dan tidak mempunyai pembuluh darah. Kerusakan pada kornea dapat menyebabkan kebutaan. Kornea mata orang yang sudah meninggal dapat disumbangkan untuk menyembuhkan orang lain dari kebutaan.
Ø  Iris (selaput pelangi) dan pupil (anak mata)
            Iris adalah selembar otot yang terletak di belakang kornea. Iris suatu jaringan yang kaya dengan pembuluh darah. Warna iris memberikan warna pada mata. Iris bekerja sama dengan pupil untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata sehin gga sesuai dengan kebutuhan. Pupil adalah celah (lubang) bundar yang ada di tengah-tengah iris. Dalam cahaya terang, otot iris mengerut dan menyebabkan iris mengecil. Mengecilnya pupil akan menghentikan cahaya agar tidak terlalu banyak masuk ke mata. Dalam cahaya redup, otot-otot iris akan menjadi relaks sehingga pupil melebar. Melebarnya pupil memungkinkan cahaya semakin banyak masuk ke mata. Fungsi pupil sama dengan fungsi diafragma pada alat potret atau kamera.
Ø  Lensa
            Lensa terletak di belakang anak mata ( pupil) dan selaput pelangi ( iris). Fungsi lensa adalah memfokuskan dan meneruskan cahaya yang masuk ke mata agar tepat jatuh ke retina. Dengan demikian mata dapat melihat dengan jelas. Lensa mata mempunyai  kemampuan untuk mencembung dan memipih untuk memfokuskan jatuhnya cahaya. Kemampuan lensa untuk mengubah kecembungannya disebut daya akomodasi. Apabila kita mengamati benda yang letaknya dekat, maka mata berakomodasi dengan kuat. Akibatnya, lensa mata menjadi lebih cembungdan bayangan dapat jatuh tepat di retina. Apabila kita mengamati benda yang letaknya jauh, maka mata tidak berakomodasi. Akibatnya, lensa berbentuk pipih. Pada orang berusia di atas 50 tahun, daya akomodasi lensa mata mulai menurun. Akibatnya, orang tua menjadi sulit melihat dengan jelas.
Ø  Badan Bening
            Badan bening ini terletak di belakang lensa. Bentuknya seperti agar-agar. Fungsi badan bening ialah meneruskan cahaya yang telah melewati lensa. Cahaya itu selanjutnya disampaikan ke selaput jala.
Ø  Retina ( selaput jala)
            Selaput jala merupakan selaput yang terletak paling belakan . Selaput jala menerima cahaya yang diteruskan oleh bagian-bagian mata didepannya. Pada selaput jala terdapat ujung-ujung saraf penerima.
Ø  Saraf mata
            Saraf mata terutama berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya yang diterima. Rangsang tersebut diteruskan ke sususnan saraf pusat yang berada di otak. Dengan demikian, kita dapat melihat suatu benda.


b.      Cara kerja mata
Mata bekerja saat melihat objek. Tanpa cahaya, mata tidak dapat menjalankan fungsinya. Cahaya memasuki cahaya melalui pupil. Lensa mata mengarahkan cahaya sehingga benda jatuh pada retina. Kemudian, ujung-ujung saraf penerima yang ada di retina emnyampaikan bayangan itu ke otak.setelah diproses di otak, kita dapat melihat benda itu.
c.       Memelihara kesehatan mata
Kelainan dan  penyakit yang dapat menyerang mata adalah sebagai berikut :
Ø  Miopi (rabun jauh ) adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang jauh dengan jelas. Kelainan ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata berlensa minus (lensa cekung).
Ø  Hipermiopi (rabun dekat) adalah ketidakmampuan mata melihat benda dekat dengan jelas. Kelainan mata ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata berlensa plus (lensa cekung).
Ø  Presbiopi ( mata tua) adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang dekat dan jauh dengan jelas. Kelaianan ini dapat diatasi dengan kacamata berlensa ganda, yaitu minus dan plus.
Ø  Rabun senja adalah kelainan mata barupa ketidakmampuan mata untuk melihat pada senja hari. Rabun senja disebabkan oleh kekurangan vitamin A. biasanya, rabun senja bersifat sementara. Di siang hari, mata mampu melihat lebih baik.
Ø  Buta warna adalah ketidakmampuan mata untuk melihat warna-warna tertentu. Misalnya, buta warna merah tidak dapat melihat mata merah.
Kelainan pada mata dapat dicegah dengan melakukan hal-hal berikut :Makan makanan yang mengandung vitamin A
ü  Menjaga kebersihan mata agar mata tidak kemasukan kotoran.
ü  Membiasakan membaca buku dengan jarak 30 cm dengan penerangan yang cukup.
ü  Segera memeriksakan diri ke dokter mata apabila mata tidak mampu melihat dengan baik.


2)   Telinga (Indera Pendengar)
     Telinga meupakan indera pendengar. Telinga sebagai indera pendengar peka terhadap bunyi.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/HumanEar.jpg/250px-HumanEar.jpg





Gambar  bagian-bagian telinga

a)      Bagian-bagian telinga
Telinga sebagaj reseptor pendengaran bunyi terdir atas 3 bagian, yaitu :
Ø  Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan saluran telinga luar.
Ø  Telinga tengah terdiri dari selaput pendengaran (gendang telinga), tulang-tulang pendengaran ( tulang marti, landasan, sanggurdi, dan saluran Eustachius).
Ø  Telinga dalam terdiri dari tiga setengah lingkaran, rumah siput, sakulus dan utrikulus, dan saraf pendengar.
Ketiga saluran setengah lingkaran, sakulus dan utrikulus merupakan alat keseimbangan tubuh. Sakulus dam utrikulus terletak di bawah ketiga saluran setengah lingkaran. Alat keseimbangan iniakan memberikan tanggapan terhadap perubahan posisi tubuh. Oleh karena itu, jika telinga sakit, maka keseimbangan tubuh juga terganggu.
b)      Cara kerja telinga
            Daun telinga berfungsi sebagai corong untuk mengumpulkan getar bunyi. Getaran bunyi tersebut kemudian masuk ke dalam lubang telinga. Apabila getaran bunyi mencapai gendang telinga, maka gendang telinga ikut bergetar. Getaran gendang telinga menggetarkan tulang-tulang pendengaran. Selanjutnya, tingkap jorong dan rumah siput ikut bergetar. Demikian juga dengan cairan limfa di dalam rumah siput. Cairan limfa merangsang ujung-ujung saraf. Ujung-ujung saraf menyampaikan rangsangan bunyi tersebut ke otak. Dengan demikian. Kita mendengar bunyi. Getaran bunyi yang terlalu keras dapat merobek gendang telinga sehingga pendengaran dapat terganggu.
c)      Memelihara kesehatan telinga
            Kelainan dan penyakit yang menyerang telinga, yaitu :
Ø  Tuli atau tidak dapat mendengar dapat dialami sejak lahir dan dapat juga setelah dewasa. Pada umumnya, tuli tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, penderita tuli yang tidak parah dapat ditolong dengan menggunakan alat bantu dengar ( hearing aid).
Ø  Keluarnya cairan berbau busuk dari telinga akibat terjadi radang pada telinga bagian dalam.
Ø  Bisul atau luka dapat terjadi di dalam telinga akibat infeksi.
            Agar terhindar dari berbagai kelainan atau penyakit telinga, hal-hal yang harusdiperhatikan antara lain :
Ø  Kebersihan telinga harus dijaga agar lubang telinga tidak tersumbat.
Ø  Sebaiknya, hindari bunyi yang terlalu keras.
Ø  Jika telinga sering berdenging, segeralah pergi ke dokter THT.

3)   Lidah ( Indera Pengecap)
a.    Bagian-bagian lidah
            Lidah terletak didalam mulut. Permukaaan lidah kasar karena penuh bitil-bintil yang disebut papila. Pada binti-bintil lidah terdapat saraf pengecap. Lidah merupakan otot yang tebal. Pada pangkal lidah terdapat kelenjar limfa berlapiskan selaput yang berlendir.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgG3XDIGrXW1EXzsJ05_Iwvh-0RTw_HQ6CTmIzTAfCyWDDCorsG0R6glWOcd4Da-qs-5Hb232O9BeDbVL4-2ZgekRF-0xdz2yaFU2fN8jACbR5bYz7qC7tjQr47Qpq4xDgHsBMtsLc99rRG/s320/sistem+pencernaan+1.jpg
 






Fungsi Bagian Pada Lidah
1.    Cara kerja lidah.
            Makanan atau minuman yang masuk ke dalam mulut memberi rangsangan ke ujung-ujung saraf pengecap. Rangsangan dari makana tersebut kemudian diteruskan ke otak. Dengan demikian, kita dapat mengecap (merasakan) makanan atau minuman tersebut.Selain sebagai indera pengecap, lidah juga berfungsi sebagai alat bicara dan pengatu letal makanan. Perpaduan gerakan lidah, bibir, langit-langit mulut, dan gigi menghasilkan berbagai macam bunyi. Lidah mengatur letak makanan pada saat sedang dikunyah . setelah itu, lidah akan mendorong makanan masuk ke kerongkongan.
Ø  Merawat kesehatan lidah
            Penyakit yang sering menyerang lidah adalah sariawan. Sariawan mengakibatkan lidah memerah dan tampak luka. Penyakit ini cukup mengganggu karena menimbulkan rasa sakit pada saat kita menggerakkan lidah untu mengunyah dan berbicara. Penyakit ini dapat dicegah dan disembuhkan dengan mengonsumsi vitamin C.
            Cara merawat kesehatan lidah antara lain :
Ø  Menghindari makanan yang terlalu panas atau dingin.
Ø  Gunakan sikat gigi yang bersih dan lembut.
Ø  Rajin mengunsumsi makanan yang mengandung vitamin C.


4)   Hidung ( Indera Pembau)
a)      Bagian-bagian hidung
            Berfungsi sebagai indera pembau dan sebagai jalan pernapasan. Bagian hidung yang sangat sesitif tergadap bau terdapat pada bagian atas (di dalam)  rongga hidung. Hidung   juga merupakan pintu masuk udara pernapasan ke dalam tubuh. Di dalam pintu rongga hidung (bagian depan) terdapat rambut halus dan selaput lendir yang berguna untuk menyaring udara yang dihirup.
http://apachemask.files.wordpress.com/2010/12/hidung.jpg?w=160&h=91





                                                           Bagian - bagian pada Hidung Manusia

b)      Cara kerja hidung
            Bau dapat tercium jika bau tersebut sampai di rongga hidung. Bagan baiu menimbulkan rangsangan yang kemudian diterima oleh ujung-ujung saraf pembau yang ada di hidung. Rangsangan bau tersebut diteruskan ke otak. Dengan demikian, kita dapat mencium bau.
c)      Merawat kesehatan hidung
Ketidakmampuan hidung untuk mencium bau disebut anosmia. Anosmia diakibatkan oleh hal-hal sebagai berikut :
Ø  Terjadinya penyumbatan rongga hidung, misalnya akibat pilek dan pembengkakan kelenjar polip.
Ø  Gangguan pada urat saraf indera pembau.
            Agar hidung dapat berfungsi dengan baik, hidung harus dirawat dengan baik. Setiap hari, hidung harus dibersihkan. Hidung menjadi kotor karena udara yang kita cium mengandung butiran debu. Segeralah ke dokter jika kamu menderita pilek lebih dari seminggu agar pilekmu tidak semakin parah. Pilek yang lama dapat merusak indera pembau.

5)   KULIT
            Seluruh tubuh kita dilapisi oleh kulit. Kulit berfungsi sebagai indera peraba. Dengan kulit, kita dapat membedakan permukaan kasardan permukaan halus. Demikian pula kita dapat membedakan benda panas dan benda dingin. Kulit juga dapat berfungsi sebagai pelindung tubuh dengan cara melapisi tubuh.
a)      Bagian-bagian kulit
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGI9bFr6m3ksCnfFFIMl6N7So2ZkC-fHjnMyRU16ScvlLOejH9CWKBxqyVqYnumcRmYAezwHiPi0LRl824uxr2NCtwlJOqnrdgqRTXLgNxYvyB9ZKn0gt9CvNtpE9DxBtzvtw2DZq8u0-s/s320/struktur-kulit.jpg







            Kulit terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar dan lapisan dalam. Lapisan luar tdisebut juga epidermis. Lapisan dalam disebut juga dermis. Lapisan luar tersusun atas dua lapisan, yaitu kulit ari dan lapisan malpighi. Kulit ari tersusun atas sel-sel mati dibawahnya. Kulit ari berfungsi mencegah masuknya bakteri dan menguapnya air dari tubuh. Lapisan malpighi tersusun atas sel-sel yang aktif membelah diri. Sel terluar lapisan malpighi mati dan kemudian menggantikan sel kulit ari yang menggelupas. Lapisan dalam tersussun dari jaringan lemak, kelenjar keringat, saluran keringat, kelenjar minyak, pembuluh darah, dan saraf penerima rangsang yang disebut reseptor
b)      Cara kerja kulit
            Sentuhan yang dilakukan pada semua benda menghasilkan rangsang. Rangsang itu diterima oleh reseptor kulit. Kemudian, rangsang itu diteruskan oleh reseptor ke otak. Dengan demikian, kita dapat meraba suatu benda. Otak juga memerintahkan tubuh untuk menanggapi rangsang itu. Karena informasi yang cepat, tubuh kita dapat terhidar dari bahaya luar, misalnya saat kita menyentuh benda yang panas. Jika tubuh tidak tahan panas itu, maka secara refleks tubuh akan menghindari panas tersebut. Dengen demikian, tubuh terhindar dari kerusakan yang lebih fatal.
c)      Memelihara kesehatan kulit
            Kulit adalah bagian tubuh terluar. Jadi, kulit paling mudah berhubungan langsung dengan lingkungan. Akibatnya, kulit paling cepat kotor dan mudah diserang penyakit. Beberapa penyakit kulit tersebut, yaitu :
Ø  Jerawat mudah menyerang klit wajah, leher, punggung, dan dada. Jerawat dapat timbul akibat ketidakseimbangan hormon dan kulit yang kotor.
Ø  Panu disebabkan oleh jamur yang hinggap di kulit. Panu timbul karena penderita tidak menjaga kebersihan.
Ø  Kadas tampak sebagai bulatan putih bersisik. Kadas menimbulkan rasa gatal yang ditimbulkan oleh jamur.
Kulit merupakan bagian tubuh yang mudah dihinggapi jamur dan kotoran lain. Oleh karena itu, jagalah selalu kebersihan kulitmu. Mandilah dua kali sehari, serta cucilah kaki dan tangan sebelum tidur, makanlah makanan yang mengandung vitamin E serta sayuran dan buah-buahan.







Selasa, 26 April 2011

Pengertian Emosi

KONSEP PSIKOLOGI TENTANG EMOSI

Emosi adalah kompleksitas keadaan pikiran seseorang sebagai akibat dari interaksi dirinya dengan lingkungan maupun interaksi dalam dirinya sendiri berupa reaksi kimia yang terjadi dalam tubuhnya. Emosi yang terjadi dalam diri manusia melibatkan faktor-faktor seperti reaksi fisiologis, perilaku ekspresif, maupun pengalaman kesadaran. Emosi berkaitan dan berhubungan erat dengan kepribadian, motivasi, suasana hati, maupun disposisi. Kata emosi yang dalam bahasa inggris diterjemahkan sebagai “emotion” adalah turunan dari kata ”émouvoir” dalam bahasa prancis.
Emosi merupakan faktor yang dapat membuat seorang manusia mengalami kesenangan atau kesedihan. Karena emosi adalah suatu reaksi seseorang terhadap apa yang terjadi terhadap dirinya.

Manusia mempercayai bahwa tingkahlaku mereka dibangun tidak saja atsa perbuatan-perbuatan yang sifatnya emosional, akan tetapi juga dari bekerjanya faktor-faktor intelek yang menyebabkan adanya pengawasan yang seksama terhadap sambutan-sambutan dari stimuli-stimuli yang emosional. Benarlah bahwa banyak sambutan yang dilakukan oleh manusia diarahkan pada berpikir dan memutuskan secara obyektif; namun demikian ada waktu-waktunya dalam kehidupan hampir semua orang di mana dorongan dan nafsu yang bersifat emosional itu hampir sepenuhya mempengaruhi cara kita berpikir dan bertingkah laku. Juga sering sekali tingkah laku kita sangat dikendalikan oleh perhatian dan keinginan yang datangnya tiba-tiba, di mana jika ada sangat sedikit perhatian diberikan untuk mem beri alsan lebih kuat dan lebih jauh mengantarkan terpenuhinya hasil dari kegiatan itu. Namun emosi banyak memberi pengaruh pada tingkah laku, tetapi tiadalah merupakan penentukan (Sic!) tunggal terhadapnya.
Reaksi-reaksi emosi patut mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dalam setiap mempercakapkan problema perkembangan manusia, khususnya hal ini untuk anak-anak dan adolesen. Jika kita beranggapan, bahwa emosi adalah dasar yang mendorong kita berbuat, maka sewajarnyalah harus dimengerti arti dan asalnya sebagaimana kita menyaksikan emosi itu dapat dibawa dalam penguasaan pengawasan agar dapat lebih memberi faedah pada individu dan masyarakat.

PENGERTIAN EMOSI
Istilah emosi tidak dapat dipergunakan untuk mengganti isitilah-istilah lain seperti perasaan, motif, dorongan, nafsu, dan kehendak. Suatu definisi yang pendek dalam hal ini mungkin sangat membantu pada kita. Emosi meliputi keadan yang merupakan sumber penggerak atau pembangkit semangat manusia berbuat. Hal itu meliputi gangguan-nggangguan alat-alat dalam tubuh secara luas dan termasuk berbagai ragam penyesuaian perasaan, berbagai tingkat kepuasan atau kekacauan-kekacauan pikiran. Perasan hanyalah suatu tingkat pengalaman emosi yang sederhana. Perbedaan besar di antara keduanya terletak dalam hal bahwa perasaan adalah lebih terbatas. Perasaan selalu menyesuaikan dengan semua pengalaman-pengalaman manusia, sedangkan emosi lebih dalam dan merupakan tanda reaksi alat-alat dalam yang lebih keras. Para sarjana psikologi dan fisiologi sependapat bahwa emosi meliputi perasaan, dorongan-dorongan dan reaksi-reaksi fisiologis. Dorongan-dorongan atau desakan-desakan dari dalam dapat terjadi pada diri seseorang atau terhadap orang lain dalam berbagai kombinasi dan tingkatan.
Didalam memberi definisi emosi, perhatian harus diarahkan pada seluruh kegiatan badan, termasuk tingkah laku luar, yang menyertai setiap perasaan dan dorongan. Dengan demikian emosi adalah suatu keadaan yang mempengaruhi dan menyertai penyesuaian di dalam diri secara umum, keadaan yang merupakan penggerak mental dan fisik bagi individu dan yang dapat dilihat melalui tingkah laku luar. Sesuai dengan definisi ini, maka emosi adalah dinamika terhadap penyesuaian di dalam diri individu yang bekerja untuk mendatangkan rasa puas, perlindungan dan kesejahteraan orang seseorang.

TIMBULNYA EMOSI
Stimuli Pembangkit Emosi. Untuk melakukan pengamatan suatu sitmuli dibutuhkan adanya peristiwa emosional sebagai pangkal tolak. Dengan demikian emosi bukan bukannya peristiwa keseluruhan sampai timbulnya perasaan dan dorongan serta terjadinya sambutan-sambutan fisis dan fisiologis lewat pekerjaan susunan syaraf yang berlangsung secara otomatis. Untuk dapat terjadi peristiwa timbulnya emosi, stimuli harus dihubungkan dengan minat dan kehendak. Sebagai contoh, jika sesorang mengarahkan minatnya terhadap seorang individu, benda atau suatu situasi, maka akan terjadilah kemungkinan reaksi potensi emosi sehingga ia distimuli oleh hal-hal tersebut di mana ia menruh perhatian atasnya .
Suatu stimuli yang membangkitkan satu emosi tidak dapat menimbulkan emosi yang lain dalam waktu yang sama. Tetapi stimuli yang satu itu dapat saja membangkitkan emosi-emosiyang berbeda dan bahkan berlawanan pada waktu-waktu yang berlainan. Namun tidaklah merupakan suatu keharusan seiap stimuli yang diterima oleh individu akan mengakibatkan reaksi yang sepadan dengan pengaruh yang dihasilkannya. Pukulan dapat membangkitkan emosi dalam bentuk afeksi untuk suatu ketika; pada saat yang lain dapat saja menstimuli berupa rasa takut, marah atau benci.
Intensitas dan lamanya sambutan-sambutan emosional ditentukan oleh keadaan fisik dan mental individu serta ditentukan pula oleh keras dan kuatnya stimuli yang menyebabkannya. Emosi itu rupa-rupanya cenderng berlangsung lebih lama sepanjang stimuli itu ada dan berfungsi aktif. Hilangnya stimuli berarti hapus atau lenyapnya emosi. Anggapan ini menunjukkan betapa cepatnya perubahanperimbangan yang mungkin terjadi pada reaksi emosional. Juga hal ini membantu dalam menerangkan mengapa seorang individu dapat memiliki sifat emosional yang berupa kebencian pada suatu saat, sedang dengan stimuli yang sama dapat mengalami afeksi yang kuat pada saat berikutnya dan demikianlah seterusnya.
Para guru telah banyak mempelajari bagaimana menghadirkan stimuli baru atau mengarahkan perhatian murid-murid mereka pada kegiatan yang menarik jika terjadi situasi yang lesu dalam kelas. Sama halnya para ibu juga sudah sejak lama belajar dan berbuat bagaimana harus meredakan dalam waktu yang secepat-cepatnya tangisan atau ketakutan bayi yang dalam arti yang mudah dapat diberi makna memberi perubahan stimuli. Maka diberikan kepdanya sikap kasih sayang atau permainan yang baru, sehingga anak tak lama kemudian menjadi reda dari kegundahannya dan hilang lenyap segala tingkah laku emosional yang tak diinginkan.


Emosi
Selama ini kajian-kajian tentang belajar kurang memperhatikan peran dan pengaruh emosi pada proses dan hasil belajar yang dicapai seseorang. Tetapi, sejak orang mulai memperhatikan peran besar otak dalam segala bentuk perilaku manusia, maka emosi mulai jadi perhatian, termasuk peranannya dalam meningkstkan hasil belajar. Emosi tidak lagi dipandang sebagai penghambat dalam kehidupan sebagaimana pandangan konvesional, melainkan sebagai sumber kecerdasan, kepekaan, dan berperan dalam menghidupkan perkembangan serta penalaran yang baik. Bahkan saat ini disadari bahwa untuk mencapai keberhasilan belajar, maka proses belajar yang terjadi haruslah menyenangkan.

Pengertian Emosi

Definisi emosi dirumuskan secara bervariasi oleh para psikolog, dengan orientasi teoritis yang berbeda-beda, antara lain sebagai berikut :

William James (dalam DR. Nyayu Khodijah) mendefinisikan emosi sebagai keadaan budi rohani yang menampakkan dirinya dengan suatu perubahan yang jelas pada tubuh.

Goleman, 1999 (dalam DR. Nyayu Khodijah) mendefinisikan emosi sebagai suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak..

Kleinginna & Kleinginna (dalam DR. Nyayu Khodijah) mencatat ada 92 definisi yang berbeda tentang emosi., Namun disepakati bahwa keadaan emosional adalah suatu reaksi kompleks yang melibatkan kegiatan dan perubahan yang mendalam serta dibarengi dengan perasaan yang kuat.

Teori-Teori Emosi

Walgito, 1997 (dalam DR. Nyayu Khodijah), mengemukakan tiga teori emosi, yaitu :
Ø  Teori Sentral,
Menurut teori ini, gejala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu; jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan-perubahan dalam kejasmaniannya. Contohnya : orang menangis karena merasa sedih

Ø  Teori Periferal
Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli berasal dari Amerika Serikat bernama William James (1842-1910). Menurut teori ini justru sebaliknya, gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu, tetapi malahan emosi yang dialami oleh individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian. Menurut teori ini, orang tidak menangis karena susah, tetapi sebaliknya ia susah karena menangis.

Ø  Teori Kepribadian
Menurut teori ini, emosi ini merupakan suatu aktifitas pribadi, dimana pribadi ini tidak dapat dipisah-pisahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua substansi yang terpisah. Karena itu, maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian. Misalnya apa yang dikemukakan oleh J. Linchoten.

Ø  Fungsi Emosi
Bagi manusia, emosi tidak hanya berfungsi untuk Survival atau sekedar untuk mempertahankan hidup, seperti pada hewan. Akan tetapi, emosi juga berfungsi sebagai Energizer atau pembangkit energi yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. Selain itu, emosi juga merupakan Messenger atau pembawa pesan (Martin dalam DR. Nyayu Khodijah, 2006)

Survival, yaitu sebagai sarana untuk mempertahankan hidup. Emosi memberikan kekuatan pada manusia untuk membeda dan mempertahankan diri terhadap adanya gangguan atau rintangan. Adanya perasaan cinta, sayang, cemburu, marah, atau benci, membuat manusia dapat menikmati hidup dalam kebersamaan dengan manusia lain.

Energizer, yaitu sebagai pembangkit energi. Emosi dapat memberikan kita semangat dalam bekerja bahkan juga semangat untuk hidup. Contohnya : perasaan cinta dan sayang. Namun, emosi juga dapat memberikan dampak negatif yang membuat kita merasakan hari-hari yang suram dan nyaris tidak ada semangat untuk hidup.Contohnya : perasaan sedih dan benci.

Messenger, yaitu sebagai pembawa pesan. Emosi memberitahu kita bagaimana keadaan orang-orang yang berada disekitar kita, terutama orang-orang yang kita cintai dan sayangi, sehingga kita dapat memahami dan melakukan sesuatu yang tepat dengan kondisi tersebut. Bayangkan jika tidak ada emosi, kita tidak tahu bahwa disekitar kita ada orang yang sedih karena sesuatu hal yang terjadi dalam keadaan seperti itu mungkin kita akan tertawa-tawa bahagia sehingga membuat seseorang yang sedang bersedih merasa bahwa kita bersikap empati terhadapnya.

Jenis dan Pengelompokkan Emosi

Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian yaitu
Ø  Emosi positif (emosi yang menyenangkan), yaitu emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya, diataranya adalah cinta, sayang, senang, gembira, kagum dan sebagainya.

Ø  Emosi negatif (emosi yang tidak menyenangkan), yaitu emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya, diantaranya adalah sedih, marah, benci, takut dan sebagainya.

Pengaruh Emosi pada belajar
Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar (Meier dalam DR. Nyayu Khodijah, 2006). Emosi yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik, sebaliknya emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali. Oleh karena itu, pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri pembelajar. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan dengan penciptaan kegembiraan belajar. Menurut Meier, 2002 (dalam DR. Nyayu Khodijah, 2006) kegembiraan belajar seringkali merupakan penentu utama kualitas dan kuantitas belajar yang dapat terjadi. Kegembiraan bukan berarti menciptakan suasana kelas yang ribut dan penuh hura-hura. Akan tetapi, kegembiraan berarti bangkitnya pemahaman dan nilai yang membahagiakan pada diri si pembelajar. Selain itu, dapat juga dilakukan pengembangan kecerdasan emosi pada siswa. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang dalam mengelola emosinya secara sehat terutama dalam berhubungan dengan orang lain.




















psikologi umum

PEMBAHASAN
A.     Pengertian Emosi
Definisi emosi itu bermacam-macam, seperti “keadaan bergejolak”, “gangguan keseimbangan”, “response kuat dan tak beraturan terhadap stimulus (keadaan)”. Ada satu hal yang sama yaitu bahwa pada setiap definisi tersebut keadaan emosional itu menunjukkan penyimpangan dari keadaan yang normal. Keadaan yang normal adalah keadaan yang tenang atau keadaan seimbang fisik dan sosial. Meskipun keadaan yang tenang itu dianggap sebagai keadaan yang normal, namun dalam kehidupan modern keadaan emosional itu lebih mewarnai sifat seseorang. Dalam tempo kehidupan modern, emosi itu perlu sekali difahami karena mempunyai pengaruh yang besar terhadap tingkah laku, kepribadian, dan kesehatan.
Perasaan dan emosi biasanya disifatkan sebagai suatu keadaan (state) dari diri organisme atau individu pada suatu waktu. Misalnya orang merasa sedih,senang, terharu, dsb, bila melihat sesuatu, mendengar sesuatu, mencium bau, dsb. Dengan perkataan lain perasaan disifatkan sebagai suatu keadaan jiwa sebagai akibat adanya peristiwa-peristiwa yang pada umumnya datang dari luar, dan peristiwa-peristiwa tersebut pada umumnya menimbulkan kegoncangan-kegoncangan pada ndividu yang bersangkutan. Perasaan senang atau tidak senang yang selalu menyertai perbuatan-perbuatan kita sehari-hari itu, disebut warna efektif.
Perbedaan antara perasaan dan emosi tidak dapat dinyatakan dengan tegas, karena keduanya merupakan suatu kelangsungan kwalitatif yang tidak jelas batasannya. Pada suatu saat tertentu, suatu warna efektif dapat dikatakan sebagai perasaan, tetapi juga dapat dikatakan sebagai emosi.

B.     Perubahan-perubahan pada tubuh saat terjadi emosi
Selama emosi berlangsung banyak terjadi perubahan pada tubuh kita. Perubahan ini membantu menjelaskan berbagai reaksi yang ditunjukkan oleh orang yang sedang mengalami emosi.
Terutama pada emosi yang kuat, sering kali terjadi juga perubahan -perubahan pada tubuh kita antara lain:
1.      Reaksi elektris pada kulit              : meningkat bila terpesona
2.      Peredaran darah                            : bertambah cepat bila marah
3.      Denyut jantung                             : bertambah cepat bila terkejut
4.      Pernafasan                                     : bernafas panjang kalau kecewa
5.      Pupil mata                                     : membesar bila sakit atau marah
6.      Liur                                               : mengering kalau takut atau tegang
7.      Bulu roma                                     : berdiri kalau takut
8.      Otot                                               : menegang atau bergetar kalau tegang dan takut
9.      Komposisi darah                           : komposisi darah akan ikut berubah dalam         keadaan    emosionil       karena kelenjar-kelenjar lebih efektif

C.     Pertumbuhan emosi
Pertumbuhan dan perkembangan emosi, seperti juga pada tingkah laku lainnya, ditentukan oleh proses pematangan dan proses belajar. Seorang bayi yang baru lahir sudah dapat menangis, tetapi ia harus mencapai tingkat kematangan tertentu sebelum ia dapat tertawa. Pada bayi yang baru lahir, satu-satunya emosi yang nyata adalah kegelisahan yang nampak sebagai ketidaksenangan dalam bentuk menangis dan meronta. Pada keadaan tenang, bayi itu tidak menunjukkan perbuatan apapun, jadi emosnya netral. Makin besar anak itu, makin besar pula kemampuannya untuk belajar sehingga perkembangan emosi makin rumit. Perkembangan emosi melalui proses kematangan hanya terjadi sampai usia satu tahun. Setelah itu perkembangan selanjutnya lebih banyak ditentukan oleh proses belajar.
Pengaruh kebudayaan besar sekali terhadap perkembangan emosi, karena dalam tiap-tiap kebudayaan diajarkan cara menyatakan emosi yang konvensionil dan khas dalam kebudayaan yang bersangkutan, sehingga ekspresi emosi tersebut dapat dimengerti oleh orang-orang lain dalam kebudayaan yang sama. Ekspresi-ekspresi itu antara lain : Menjulurkan lidah kalau keheranan, bertepuk tangan kalau kuatir, menggaruk telinga dan pipi kalau bahagia. Yang juga dipelajari dalam perkembangan emosi adalah obyek-obyek dan situasi-situasi yang menjadi sumber emosi. Sebagai contoh: seorang anak yang tidak pernah di takut-takuti ditempat gelap, tidak akan takut pada tempat yang gelap.

D.     Menggolongkan Emosi
Membedakan satu emosi dari emosi lainnya dan menggolongkan emosi-emosi yangsejenis kedalam suatu golongan atau satu tipe sangat sukar dilakukan karena hal-hal berikut :
1.      Emosi yang sangat mendalam (misalnya sangat marah atau sangat takut) menyebabkan aktivitas badan sangat tinggi, sehingga seluruh tubuh aktif, dan dalam keadaan seperti ini sukar menentukan apakah seseorang sedang takut atau sedang marah.
2.      Satu orang dapat menghayati satu macam emosi dengan berbagai cara. Misalnya: kalau marah ia gemetar di tempat, tetapi lain kali ia memaki-maki atau mungkin lari.
3.      Nama yang umumnya diberikan kepada berbagai jenis emosi biasanya didasarkan pada sifat rangsangannya, bukan pada keadaan emosinya sendiri. Jadi, takut adalah emosi yang timbul terhadap suatu bahaya, marah adalah emosi yang timbul terhadap sesuatu yang menjengkelkan.
4.      Pengenalan emosi secara subjektif dan introspektif, sukar dilakukan karena selalu saja ada pengaruh dari lingkungan.

E.     3 Dimensi perasaan menurut Wundt
Menurut W.Wundt perasaan tidak hanya dapat dialami oleh individu sebagai perasaan senang atau tidak senang, tetapi masih dapat dilihat dari dimensi lain. 3 dimensi itu adalah :
1.      Perasaan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan
2.      Perasaan itu dapat dialami sebagai suatu hal yang “excited” atau sebagai “innert feeling”, sesuatu perasaan yang dialami oleh individu itu dapat disertai tingkah laku perbuatan yang menampak, misalnya orang menari-nari karena gembira sekali sehabis menerima uang banyak atau lulus ujian, tetapi ada pula sekalipun ia menerima uang banyak atau lulus ujian dan mengalami sesuatu perasaan, tetapi ia tetap tenang saja tanpa adanya perbuatan-perbuatan atau tingkah laku yang menampak seperti pada orang yang pertama.
3.      “Expectancy” dan “release feeling”. Sesuatu perasaan dapat dialami oleh individu sebagai sesuatu yang masih dalam pengharapan, tetapi ada pula perasaan yang dialami individu karena peristiwa atau keadaan itu telah nyata terjadi atau telah “release”.[1]
Sehubungan dengan soal waktu dan perasaan, Stern juga membedakan perasaan dalam 3 golongan yaitu :
1.      Perasaan-perasaan presens, yaitu yang bersangkutan dengan keadaan-keadaan sekarang yang dihadapi. Hal ini berhubungan dengna situasi yang aktual.
2.      Perasaan-perasaan yang menjangkau maju, merupakan jangkauan ke depan dalam  kejadian-kejadian yang akan datang, jadi masih dalam pengharapan
3.      Perasaan-perasaan yang berhubungan dengan waktu-waktu yang telah lalu, atau melihat ke belakang yang telah terjadi. misalnya, orang merasa sedih, karena teringat pada waktu jaman ke-emasannya beberapa tahun yang lampau-lampau.[2]

F.      Pola Emosional yang Lazim
1.      Takut
Takut adalah perasaan yang sangat mendorong individu untuk menjauhi sesuatu dan sedapat mungkin menghindari kontak dengan hal itu. Bentuk ekstrim dari takut adalah takut yang pathologis, yang disebut fobia. Fobia adalah perasaan takut terhadap hal-hal tertentu yang demikian kuatnya, meskipun tidak ada alasan yang nyata, misalnya takut terhadap tempat yang sempit dan tertutup ( claustrophobia), takut terhadap ketinggian atau takut berada di tempat-tempat yang tinggi (acrophobia), takut terhadap kerumunan orang atau tempat-tempat ramai (achlophobia)
2.      Kuatir
Khawatir atau was-was adalah rasa takut yang tidak mempunyai objek yang jelas atau tidak ada objeknya samasekali. Kekuatiran menyebabkan rasa tidak senang, gelisah, tegang, tidak tenang, tidak aman. Kekuatiran seseorang untuk melanggar norma masyarakat adalah suatu bentuk kekuatiran yang umum pada tiap- tiap orang. Kekuatiran ini justru positif karena selalu bersikap hati-hati dan berusaha menyesuaikan diri dengan norma masyarakat.
3.      Cemburu
Kecemburuan adalah bentuk khusus dari kekuatiran yang didasari oleh kurang adanya keyakinan terhadap diri sendiri dan ketakutan akan kehilangan kasih sayang dari seseorang. Seseorang yang cemburu selalu mempunyai sikap benci terhadap saingannya.
4.      Gembira
Gembira adalah ekpresi dari kelegaan, yaitu perasaan terbebas dari ketegangan. Biasanya kegembiraan itu disebabkan oleh hal-hal yang bersifat tiba-tiba (surprise) dan kegembiraan biasanya bersifat sosial, yaitu melibatkan orang-orang lain di sekitar orang yang sedang gembira tersebut.
5.      Marah
Sumber utama dari kemarahan adalah hal-hal yang mengganggu aktivitas untuk mencapai tujuannya. Dengan demikian, ketegangan yang terjadi dalam aktivitas itu tidak mereda, bahkan bertambah. Untuk menyalurkan ketegangan-ketegangan itu individu yang bersangkutan menjadi marah.