Hendrik Daniel Simatupang

Hendrik Daniel Simatupang

Jumat, 15 Oktober 2010

Epidemiologi dan Peranannya didalam Pemecahan Masalah Kesehatan di Masyarakat




2010


1.    Pendahuluan
Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani, yang artinya epi = tentang, demos = rakyat, dan logos = bicara ilmu. Awalnya epidemiologi hanya mempelajari epidemi penyakit infeksi – penyakit yang mewabah pada masyarakat. Pada pertengahan abad ke-20 hingga saat ini para peneliti epidemiologi mulai mempelajari faktor-faktor risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung koroner, stroke dan kanker bahkan termasuk penyakit-penyakit gaya hidup (“life-style disease”) seperti kebiasaan merokok dan faktor perilaku lainnya.
1.1 Tujuan
Adapun tujuan dari makalah mengenai epidemiologi  ini adalah mahasiswa dapat memahami penerapan konsep epidemiologi dalam lingkup memecahkan masalah kesehatan di Indonesia dalam upaya memahami risiko terjadinya penyakit/cedera dalam rangka melakukan tindakan upaya pencegahan/pengendalian.

2.      SEJARAH
  • 2000 tahun yang lalu: Hippocratesàfaktor lingkungan mempengaruhi kejadian penyakit.
  • Abad 19àdistribusi penyakit pada kelompok populasi yang spesifik diukur secara luas.
John Snowàrisiko terjadinya kolera di London berhubungan dengan penyaluran air oleh suatu perusahaan (1848 – 1849).
  • Awal abad 20: Epidemiologi digunakan untuk membandingkan tingkat penyakit pada kelompok populasi.
  • Epidemiologi modernàDoll & Hill mempelajari hubungan antara menghisap rokok dan kanker paru (awal tahun 1950-an) bermula dari pengamatan klinik yang menghubungkan antara dua hal tersebut.
Penyakit AIDS, Legioner, malaria, dan sebagainya.




3.      DEFINISI DAN RUANG LINGKUP
  • Epidemiologi adalah ilmu tentang distribusi dan determinan-determinan dari kejadian yang berhubungan dengan kesehatan dalam suatu populasi tertentu (Last, 1988).
  • Sasaran à populasi manusia, penyakit – cidera, mencari sebab -  kausa.

4.    PERANANNYA DIDALAM PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN
Pada mulanya epidemiologi diartikan sebagai studi tentang epidemi. Hal ini berarti bahwa epidemiologi hanya mempelajari penyakit-penyakit menular saja tetapi dalam perkembangan selanjutnya epidemiologi juga mempelajari penyakit-penyakit non infeksi, sehingga dewasa ini epidemiologi dapat diartikan sebagai studi tentang penyebaran penyakit pada manusia di dalam konteks lingkungannya.
 Mencakup juga studi tentang pola-pola penyakit serta pencarian determinan-determinan penyakit tersebut. Dapat disimpulkan bahwa epidemiologi adalah ilmu yang mmepelajari tentang penyebaran penyakit serta determinan-determinan yang mempengaruhi penyakit tersebut.
Di dalam batasan epidemiologi ini sekurang-kurangnya mencakup 3 elemen, yakni :
 a. Mencakup semua penyakit
Epidemiologi mempelajari semua penyakit, baik penyakit infeksi maupun penyakit non infeksi, seperti kanker, penyakit kekurangan gizi (malnutrisi), kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja, sakit jiwa dan sebagainya. Bahkan di negara-negara maju, epidemiologi ini mencakup juga kegiatan pelayanan kesehatan.
b. Populasi
Apabila kedokteran klinik berorientasi pada gambaran-gambaran dari penyakit-penyakit individu maka epidemiologi ini memusatkan perhatiannya pada distribusi penyakit pada populasi (masyarakat) atau kelompok.
c. Pendekatan ekologi
Frekuensi dan distribusi penyakit dikaji dari latar belakang pada keseluruhan lingkungan manusia baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial. Hal inilah yang dimaksud pendekatan ekologis. Terjadinya penyakit pada seseorang dikaji dari manusia dan total lingkungannya.
4.1 Penyebaran Penyakit
Di dalam epidemiologi biasanya timbul pertanyaan yang perlu direnungkan yakni :
1. Siapa (who), siapakah yang menjadi sasaran penyebaran penyakit itu atau orang
yang terkena penyakit.
2. Di mana (where), di mana penyebaran atau terjadinya penyakit.
3. Kapan (when), kapan penyebaran atau terjadinya penyakit tersebut.
Jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan ini adalah merupakan faktor-faktor yang menentukan terjadinya suatu penyakit. Dengan perkataan lain terjadinya atau penyebaran suatu penyakit ditentukan oleh 3 faktor utama yakni orang, tempat dan waktu.
 4.2 Kegunaan
Peranan epidemiologi, khususnya dalam konteks program Kesehatan dan Keluarga Berencana adalah sebagai tool (alat) dan sebagai metode atau pendekatan. Epidemiologi sebagai alat diartikan bahwa dalam melihat suatu masalah KB-Kes selalu mempertanyakan siapa yang terkena masalah, di mana dan bagaimana penyebaran masalah, serta kapan penyebaran masalah tersebut terjadi.
Demikian pula pendekatan pemecahan masalah tersebut selalu dikaitkan dengan masalah, di mana atau dalam lingkungan bagaimana penyebaran masalah serta bilaman masalah tersebut terjadi. Kegunaan lain dari epidemiologi khususnya dalam program kesehatan adalah ukuran-ukuran epidemiologi seperti prevalensi, point of prevalence dan sebagainya dapat digunakan dalam perhitungan-perhitungan : prevalensi, kasus baru, case fatality rate dan sebagainya.

HENDRIK DANIEL SIMATUPANG
E2A009056
REGULER - 1 
FKM UNDIP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar